Melalui Audiensi, Bea Cukai Soekarno-Hatta Diskusikan Ketentuan Tempat Penimbunan Sementara Dengan Garuda Indonesia Cargo

Melalui Audiensi, Bea Cukai Soekarno-Hatta Diskusikan Ketentuan Tempat Penimbunan Sementara Dengan Garuda Indonesia Cargo

(TANGERANG, 11/05) Demi meningkatkan kelancaran arus lalu lintas barang dan optimalisasi penerimaan negara di bidang impor, Bea Cukai Soekarno-Hatta menggelar audiensi dengan mengundang Garuda Indonesia Cargo, untuk membahas regulasi Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan Gudang Perusahaan Jasa Titipan (PJT), yang dilaksanakan pada hari Kamis 6 Mei 2021.
.
Kedatangan Garuda Indonesia Cargo yang diwakili oleh Kadek Bayu Temaja selaku Vice President, beserta tim operasional impor dan pengembangan pelayanan kargo, langsung disambut oleh Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan di Ruang Rapat Gedung A. Audiensi kali ini bertajuk “Pengembangan Sistem Gudang demi Peningkatan Pelayanan dan Pengawasan Impor”, dan lebih menitikberatkan pembahasan mengenai rencana perubahan tata letak gudang.
.
Kadek memaparkan, terakhir kali Garuda Indonesia Cargo melakukan mengubah tata letak gudang yaitu saat diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Keuangan mengenai statusnya sebagai TPS, pada November 2018 silam. Seiring dengan perkembangan teknologi serta bergesernya pola konsumsi masyarakat, Kadek menambahkan bahwa manajemen Garuda Indonesia akan memperbarui beberapa layanan gudang.
.
“Dari segi produktivitas, kami akan perluas area processing serta mengatur tata letak alur masuknya barang impor dan ekspor, membuat posko pengawasan Bea Cukai dan Tim Gudang PJT dengan lebih efektif dan efisien. Lalu dari segi teknologi, kami akan menyediakan smart conveyor yang terintegrasi dengan sistem CEISA Bea Cukai, dan membuat sistem controlling data yang dapat diakses Bea Cukai, sehinnga proses impor menjadi lebih ringkas. Real time get out get in,” tutur Kadek.
.
Terkait regulasinya, Finari Manan menjelaskan bahwa penyelenggaraan Gudang PJT yang telah ditetapkan di dalam TPS, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.04/2020 tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. FInari menambahkan, dalam hal Garuda Indonesia Cargo ingin melakukan perubahan dan renovasi gudang, hendaknya mengajukan permohonan ke Kantor Pelayanan Utama yang mengawasi TPS, dalam hal ini Bea Cukai Soekarno-Hatta.
.
“Hal tersebut tertuang pada Pasal 22, terhadap perubahan data dan tata letak TPS, harus diberitahukan kepada Kepala Kantor. Atas perubahan tersebut, nantinya menjadi dasar dalam melakukan perubahan terhadap Keputusan Menteri mengenai penetapan sebagai TPS. Kami (Bea Cukai Soekarno-Hatta) tentunya akan mendukung rencana pengembangan gudang demi kemudahan pelayanan dan pengawasan barang impor dan ekspor,” kata FInari.
.
Di akhir pertemuan, Finari berpesan agar Garuda Indonesia Cargo dapat menyediakan sarana prasarana yang memadai, serta fasilitas umum lainnya untuk memudahkan Petugas Bea Cukai dalam melakukan proses kepabeanan demi kelancaran arus lalu lintas barang.
Close Menu