AWASI IMPORTASI PUPUK LEWAT BARANG KIRIMAN, BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA AMANKAN 6 KILOGRAM SABU-SABU

AWASI IMPORTASI PUPUK LEWAT BARANG KIRIMAN, BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA AMANKAN 6 KILOGRAM SABU-SABU

Dewasa ini, perkembangan teknolongi berdampak pada meningkatnya arus lalu lintas barang, terutama barang kiriman. Mudahnya akses pengiriman barang pun, menjadi peluang bagi para oknum untuk melancarkan aksi buruknya. Sehingga petugas garda terdepan dituntut untuk lebih mempertajam fungsi pengawasan.
.
Melalui konferensi pers yang di gelar di Aula Gedung B Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta pada hari Jumat 6 November 2020, Finari Manan selaku Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta mengungkap bahwa sinergisme Bea Cukai dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta serta Polres Metro Jakarta Barat, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika sebanyak 6 kilogram dengan mengamankan 4 orang tersangka tang merupakan Warga Negarai Indonesia.
.
“Terdapat 3 paket barang yang dikirim dari Malaysia, dengan alamat tujuan Lombok dan Palembang. Modus yang digunakan, yaitu barang diberitahukan sebagai pupuk bertuliskan AGRILIFE-NATURE OWN yang terbagi ke dalam 3 buah paket barang kiriman,” jelas FInari Manan kepada seluruh awak media.
.
Berawal dari hasil analisis pencitraan mesin X-Ray oleh petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta di gudang DHL, dan kemudian dilakukan pemeriksaan fisik lebih mendalam, ditemukan 27 kemasan pupuk dengan tiga di antaranya berisi serbuk Kristal bening dengan berat bruto 3.029 gram, 24 kemasan pupuk dengan dua di antaranya berisi serbuk Kristal bening dengan berat bruto 2.057 gram, serta 25 kemasan pupuk yang satu di antaranya berisi serbuk Kristal bening dengan berat bruto 959 gram.
.
Setelah mendapati hasil pengujian laboratorium terhadap serbuk Kristal bening yang telah ditemukan, yaitu positif golongan 1 jenis sabu-sabu, Bea Cukai Soekarno-Hatta selanjutnya membentuk tim gabungan dengan Polres Metro Jakarta Barat dan Polresta Bandara Soekarn-Hatta, untuk melakukan pengembangan kasus.
.
Dalam kesempatan ini, Finari juga mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp10 Milyar ditambah 1/3 dalam hal barang bukti melebihi 1 kilogram.
.
Finari pun menambahkan bahwa dalam upaya pemberantasan narkotika ini bukan hanya merupakan tugas aparat hukum seperti petugas Bea cukai yang siaga bekerja selama 24 jam penuh, melainkan juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam membendung peredaran narkotika dan melindungi generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri.

Close Menu