BARANG KENA CUKAI HASIL PENINDAKAN DIMUSNAHKAN BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA

BARANG KENA CUKAI HASIL PENINDAKAN DIMUSNAHKAN BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA

Ketentuan terkait produksi hingga konsumsi Barang Kena Cukai (BKC) yang diperbolehkan, termasuk dalam hal BKC impor yang dimasukkan dengan mekanisme barang bawaan penumpang dan barang kiriman, masing-masing diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ekspor dan Impor Barang yang dibawa Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut. Atas kelebihan pembebasannya tersebut, BKC segera dimusnahkan oleh Bea Cukai dengan disaksikan oleh penyelenggara pos atau pemilik barang/penumpang.
.
Berkaitan dengan hal tersebut, Bea Cukai Soekarno Hatta menggelar pemusnahan terhadap hasil penindakan Barang Kena Cukai, berdasarkan Surat Bukti Penindakan yang dilakukan pada semester kedua tahun 2019, pada hari Senin 07 Januari 2020 di Connecting Gedung B Kantor.
.
Barang kena cukai yang dimusnahkan berasal dari 27 dokumen Surat Bukti Penindakan (SBP) yang terdiri dari 23 dokumen yang berasal dari tegahan barang bawaan penumpang dan 4 dokumen berasal dari tegahan barang kiriman.
.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan menjelaskan bahwa jumlah total barang kena cukai yang dimusnahkan adalah sebanyak 294 botol (170,47 liter) Minuman Mengandung Etil Alkohol, 108.140 batang Rokok berbagai merk, 520 batang Cerutu, 18 kilogram tembakau iris, dan 1.122 botol (61,12 liter) Liquid Vape.
.
Pembebasan atas BKC yakni untuk impor melalui barang bawaan penumpang diberikan sebanyak 200 batang sigaret (rokok), 25 batang cerutu, dan 100 gram tembakau iris/produk hasil tembakau lainnya serta 1 liter MMEA untuk setiap orang dewasa.
.
Sedangkan untuk impor melalui barang kiriman diberikan pembebasan berupa 40 batang sigaret, 10 batang cerutu, 40 gram/mililiter tembakau iris atau hasil tembakau lainnya serta 350 ml MMEA untuk setiap penerima barang per kiriman.
.
Kepada rekan media Finari Manan menambahkan bahwa, sosialisasi dan penyebaran informasi baik secara langsung maupun melalui media online kepada masyarakat telah secara massif dilakukan. Namun, tentu saja masih ditemukan masyarakat yang belum memahami dengan baik peraturan tentang BKC tersebut. Sebagian pihak lainnya mungkin memahami tetapi lalai dalam menerapkannya.
.
Melalui pemusnahan ini diharapkan masyarakat dapat lebih memahami aturan terkait pembatasan atas barang kena cukai yang diperbolehkan masuk ke Indonesia baik melalui barang bawaan penumpang ataupun barang kiriman.

Close Menu