Dukung Program Percepatan Vaksinasi Pemerintah, Bea Cukai Asistensi Impor Vaksin Hibah

Dukung Program Percepatan Vaksinasi Pemerintah, Bea Cukai Asistensi Impor Vaksin Hibah

TANGERANG (02/05) – Dalam rangka mendukung program percepatan vaksinasi pemerintah, Bea Cukai Soekarno-Hatta kembali memberikan asistensi terhadap impor dosis vaksin Covid-19. Sebanyak 517.600 dosis vaksin yang merupakan bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab ini, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari Sabtu, 1 Mei 2021.
.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan, beserta perwakilan Kimia Farma selaku importir, dan pimpinan Komunitas Bandara Soekarno-Hatta (Kombata) secara simbolis menerima vaksin SinoPharm, yang diproduksi oleh National Pharmaceutical Group, perusahaan farmasi milik pemerintah Cina.
.
Finari Manan menjelaskan bahwa vaksin Sinopharm ini diangkut menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA-891, tiba di Indonesia pukul 12:05 WIB. Vaksin dikemas dalam bentuk 70 isolated box , dan selanjutnya langsung dibawa ke gudang Rush Handling untuk diberikan asistensi percepatan pelayanan segera dan dilakukan pemeriksaan kepabeanan oleh petugas Bea Cukai.
.
Terkait layanan Rush Handling atau Pelayanan Segera, perlu diketahui bahwa sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007, adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara, seperti halnya vaksin yang menjadi kebutuhan mendesak di masa pandemi ini.
.
“Selain memberikan asistensi berupa layanan Rush Handling, kami (Bea Cukai Soekarno-Hatta) juga menerbitkan izin melalui SKEP fasilitas fiskal, antara lain pembebasan bea masuk dan pajak lainnya. Pembebasan tersebut meliputi Bea Masuk, PPN, dan PPh Pasal 22 Impor. Hal tersebut dikarenakan vaksin termasuk kategori barang penanganan Covid-19, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan no PMK-188/PMK.04/2020,” ungkap Finari secara rinci.
.
Perlu diketahui bahwa bantuan vaksin dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui diplomasi secara intensif, merupakan keseriusan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran varian baru, serta mencegah terjadinya peningkatan penyebaran Covid-19 secara eksponensial.

Close Menu