BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA GANDENG AEROFOOD ACS PROMOSIKAN PRODUK UMKM

BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA GANDENG AEROFOOD ACS PROMOSIKAN PRODUK UMKM

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pelaku utama yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian negara. Pada kondisi Covid-19 seperti saat ini, Usaha Mikro Kecil dan Menengah masih menunjukkan keperkasaannya dalam memberikan krontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selama masa pandemi, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian.

.

Berawal dari gagasan tersebut, serta sejalan dengan komitmen Kementerian Keuangan dalam memberikan asistensi prima kepada para pelaku UMKM, pada hari Rabu 11 November 2020, Bea Cukai Soekarno-Hatta mengadakan pertemuan daring dengan PT Aerofood ACS yang merupakan bagian dari maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia yang bergerak pada bidang layanan catering.

.

Acara diinisiasi dan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) II Purnomo, yang didampingi jajaran pejabat eselon IV di bidang terkait yang mengurusi teknis dan fasilitas kepabeanan dan cukai, serta staf pelaksana dari bidang lain.

.

PT Aerofood ACS memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun sebagai penyedia katering maskapai yang diakui secara internasional serta telah mempertahankan reputasinya dalam memberikan layanan premium dengan produk makanan dan minuman terbaik di kelasnya. Atas reputasi positif tersebut, Bea dan Cukai Soekarno Hatta berinisiatif mendorong PT Aerofood ACS untuk menyertakan dan menggunakan produk makanan unggulan para pelaku UMKM lokal kedalam daftar menu katering yang ditawarkan dalam maskapai penerbangan, dengan fokus utama penerbangan Internasional dengan tujuan memperkenalkan produk lokal kepada dunia internasional.

.

Salah satu produk makanan yang diharapkan dapat diperkenalkan adalah produk UMKM khas Banten, Gula Semut merek Kawung Lebak. Gula ini memiliki nilai lebih karena diolah dari gula aren murni, tanpa pengawet, tanpa pewarna dan tanpa pemanis buatan. Sangat cocok untuk penambah cita rasa manis baik itu makanan, minuman, atau jamu herbal terlebih aman untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes.

.

“Dengan mengenalkan produk UMKM ini ke penumpang yang berangkat ke luar negeri, berarti sudah berhasil mewujudkan ekspor, menembus pasar internasional, sekaligus menambah nilai saing produk tersebut di pasar nasional. Secara bertahap akan mempengaruhi neraca penerimaan negara,” jelas Purnomo

.

UMKM merupakan tonggak utama perekonomian negara dalam masa pandemi seperti saat ini. Mendukung dan memfasilitasi para pelaku UMKM merupakan salah satu hal kecil yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam membantu keberlangsungan pelaku UMKM sekaligus menggerakkan roda perekonomian.

Close Menu