BEKALI MASYARAKAT MENGENAI IMPOR BARANG BAWAAN PENUMPANG MELALUI SIARAN TALKSHOW RADIO

BEKALI MASYARAKAT MENGENAI IMPOR BARANG BAWAAN PENUMPANG MELALUI SIARAN TALKSHOW RADIO

Setiap bepergian dari dan ke luar negeri tentunya harus memahami setiap aturan mainnya, salah satunya yaitu mengenai aturan memasukkan barang dari luar negeri ke Indonesia melalui mekanisme impor barang bawaan penumpang.
.
Pada hari Senin, 19 Oktober 2020, bekerja sama dengan Kantor Berita Radio KBR, Bea Cukai Soekarno-Hatta mengajak masyarakat khususnya yang sering bepergian ke luar negeri untuk memahami peraturan terkait impor barang bawaan penumpang. Bertempat di Ruang Kepala Kantor, sosialisasi kali ini dikemas dalam bentuk Talkshow Ruang Publik secara daring yang dapat disimak di radio jaringan KBR serta kanal YouTube seluruh Indonesia, yang mengudara selama satu jam.
.
Siaran dipandu oleh Swarahma Diena dengan narasumber Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan. Siaran diawali dengan obrolan ringan mengenai meningkatnya tren masyarakat yang bepergian ke luar negeri, yang tentunya pada saat kembali ke Indonesia membawa suvenir serta barang-barang unik lainnya yang berasal dari negara yang dikunjunginya.
.
Finari menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, setiap barang yang masuk ke dalam Daerah Pabean akan diberlakukan sebagai barang impor dan terutang Bea Masuk. Finari selanjutnya menyempitkan pembahasan dan berfokus tentang Impor Barang Bawaan Penumpang yang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.
.
“Setiap penumpang boleh membawa barang apapun dari luar negeri masuk ke Indonesia, tapi dengan ketentuan barangnya tidak dilarang pemasukannya atau telah memenuhi persyaratan yang diatur oleh Kementerian atau Instansi terkait,” jelas Finari Manan.
.
Mengenai aturan barang bawaan penumpang lebih lanjut, Finari menambahkan bahwa, diberikan nilai pembebasan sebesar USD 500 per penumpang, yang apabila melebihi nilai pembebasan yang dimaksud, diwajibkan membayar Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) antara lain PPN, PPnBM, maupun PPh pasal 22.
.
Untuk penumpang yang membawa Barang Kena Cukai (BKC), diberi batasan jumlah antara lain 200 batang rokok sigaret, 25 batang cerutu, 100 gram hasil tembakau lainnya, atau 1 liter minuman mengandung etil alcohol (MMEA). Apabila terdapat kelebihan jumlah yang diberikan kebebasan, maka barang tersebut akan disita oleh petugas Bea Cukai yang memeriksa dan langsung dilakukan pemusnahan yang disaksikan penumpang yang bersangkutan.
.
Demi kelancaran proses importasi barang bawaan penumpang, yang diperiksa oleh petugas Bea Cukai di bandara, Finari menghimbau agar setiap penumpang melaporkan dan memberitahukan sendiri barang bawaannya dengan menggunakan dokumen Customs Declaration (CD). Sehingga dalam menentukan barang tersebut dikenakan Bea Masuk dan PDRI atau tidak, dapat lebih terarah.
.
Di akhir acara talkshow, Finari berpesan kepada seluruh pendengar siaran radio maupun yang menyaksikan kanal YouTube KBR, bahkan untuk seluruh masyarakat, apabila hendak bepergian ke luar negeri agar memahami peraturan yang terkait terlebih dahulu. Dan diharapkan bagi penumpang untuk bekerja sama dengan baik dengan petugas pemeriksa Bea Cukai di bandara dalam hal melaporkan barang bawaannya sehingga proses importasi pun menjadi lebih cepat dan mudah.
.
#beacukaimakinbaik #beacukaisoekarnohatta #bcsoetta #bcsh #barangbawaanpenumpang #KBR #kantorberitaradio #gelarwicara #talkshow

Close Menu