Frequently Asked Questions

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QUESTIONS AND ANSWERS

  1. Q : Saat mau buat akun
    ada kolom tujuan, itu harus di isi apa yah pak? karena kan pada sistem ini banyak pilihan nya
    jadi kita mau buat dulu akun nya suatu saat dibutuhkan bisa langsung pakai.
    atau kita hanya boleh buat akun saat kita mau ada pengajuan perijinan aja?
    A: untuk tujuan silahkan diisi sesuai tujuan pembuatan akun bapak/ibu, contoh untuk mengajukan surat permohonan
  2. Q: Format no surat gmn ya?
    A: Pengisian Nomor Surat sesuai dengan format pada Surat Permohonan yang dibuat oleh perusahaan Saduara
  3. Q : Apakah ada menu yang menjelaskan
    dokumen-dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk persyaratan permohonan tertentu ?
    A: dokumen yang dibutuhkan sudah ada di menu upload suratnya
  4. Q: Berapa lama
    normal nya proses redress manifest nama cnee / jumlah kemasan?
    A : proses redress manifest 3 hari kerja setelah surat diterima analis
  5. Q : Untuk waktu proses yg tertera di
    siapterbang, apakah itu real dengan kenyataan di lapangan?
    A: waktu proses yang tertera adalah real di lapangan, namun terhitung
    setelah surat diterima oleh analis
  6. Q: Kemarin saya ada dokumen yang sudah di submit dan reject. untuk hal seperti
    itu apakah bisa di submit ulang atau harus buat permohonan baru. karena kan nomor surat
    (dalam hal kemarin submit rekon manual, jadi menggunakan AJU) sama.
    A: Jika sudah direject, maka dikirim ulang dengan klik menu revisi, dilengkapi
    sesuai dengan kekurangan dari analis, jadi dokumen awal ditambah kekurangan dokumen discan dan dijadikan 1 file pdf, lalu kirim ulang
  7.  Q: Kami ada menyerahkan
    COO via Siap Terbang. Di situ sudah di state disetujui. Yang kami tanyakan bagaimana cara
    kami mencetak tanda terima nya?
    A: Untuk penyerahan COO yang disetujui silakan cek
    di tab Permohonan (selesai). Dikarenakan submit COO pada aplikasi Siap Terbang masih diperuntukkan hanya untuk AEO, apabila belum menerima tanda terima, Anda dapat
    menghubungi Client Manager AEO.
  8. Q: Apakah
    pengajuan Permohonan Re-impor harus menunggu barang tiba dulu dengan melampir kan
    HAWB apa bisa mengajukan permohonan tanpa melampirkan HAWB atau barang belum
    tiba.
    A: reimpor harus melampirkan awb, jika memang awb sudah terbit sebelum barang datang, sudah bisa diajukan
  9.  Q: Jika masih harus submit Harc Copy dokumen pemberitahuannya via apa pak?
    A: Surat permohonan biasanya tidak dibutuhkan hardcopy, namun jika
    dibutuhkan akan disampaikan melalui siap terbang
  10. Q: Mohon info pak apakah setiap pengajuan
    harus menggunakan user ID dari importir? atau bisa menggunakan login melalui user PPJK yg
    sudah di register?
    A: Untuk pengajuan surat bisa menggunakan akun PPJK ataupun importir,
    namun untuk pengecekan di akun yang sama dengan pengajuan
  11. Q: keberatan atas sppmcp apakah bisa diajukan di siap terbang?
    A: Untuk pengajuan Permohonan Keberatan atas penetapan pabean SPPBMCP/SPTNP/SPSA diajukan melalui email
    keberatan.kpusoetta@customs.go.id . Hard document asli dapat dikirim melalui kurir
  12. Q: Kalau NPD bagaimana?
    A: NPD dari pengajuan PIB diserahkan melalui
    aplikasi ADEK
  13. pak, apakah bisa untuk kedepannya notifikasi-notifikasinya dikirim ke email user untuk mempercepat kita dalam merespon nya.
    A: notifikasi seharusnya masuk ke email bapak/ibu, jika tdk ada bisa dicek di
    spam
  14. Q: Mohon info nya, untuk pengajuan Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Darurat Covid-19 yang masih dalam proses, dimungkinkan
    menggunakan jaminan sebagaimana lampiran PMK 34, apakah pengajuan Jaminan ini di
    direktorat fasilitas apakah bias via SIAP TERBANG?
    A: Pembuatan BPJ tunai dapat diajukan
    menggunakan Siap Terbang
  15. Q : untuk SPJM dan
    SPJK masih menggunakan ADEK juga ya?
    A:  Saat ini masih menggunakan ADEK
  16. Q: Apakah “SIAP TERBANG” sudah running?
    A: Siap Terbang saat ini sudah digunakan
    untuk beberapa pelayanan pada KPUBC Soekarno-Hatta, untuk daftar layanan dapat dicek di aplikasi tersebut
  17. Q : Jika ingin melakukan penghapusan / penggantian ID,bagaimanakah mekanismenya?
    A: ID tidak bisa diganti/edit, kami hanya bisa menghapus dan menonaktifan, untuk menghapus bisa chatt bravo soetta
  18. Noted : Eskpor sementara pilih jenis PEB “Ekspor untuk diimpor kembali”
  1. Q : Diinternal BC, apakah ada tim khusus yg memonitor aplikasi ini berjalan dengan baik? 
    A: Kami memiliki tim yang mengelola aplikasi Siap Terbang 
  2. Q : Apakah aplikasi ini disediakan selama covid? atau akan terus beroperasi
    A : Direncanakan berjalan sampai seterusnya
  3. Q: kita tau permohonan itu perlu hard copy dari mana ya pak?  dan jangka waktu penyerahannya kita tau darimana? 

  4. A:  untuk menanyakan terkait proses permohonan, Anda dapat menghubungi melalui e-mail di pli_sh@customs.go.id atau fo.soetta@gmail.com maupun Bravo BC di bit.ly/bravobcQ : untuk 1 perusahaan alamat email yg sama apakah bisa untuk untuk menambah user prosesnya seprti apa?pengalaman saya menambah user baru user lama malah ketimpah 
    A: Apabila sudah terdaftar sebagai perusahaan, dapat menambah user melalui menu Daftar User > User Menu

     

  5. Q : apakah dalam aplikasi ini ada kolom keterangan atau catatan,  untuk menjelaskan kalau misal ada yang perlu disampaikan saat proses permohonan yang di reject
    A : Apabila ada yang perlu direvisi, akan diberikan notifikasi pada aplikasi oleh analis dari unit teknis terkait

     

  6. Q: jika permohonan masih belum diproses, bagaimana kita follow up / push untuk surat permohonan itu diproses? 
    A: untuk pengecekan dengan klik di nama pengguna lalu ke menu daftar permohonan dan menu profil

     

  7. Q: untuk permohonan pecah pos inward manifes, kenapa status permohonan tidak ada notifikasi  apakah sudah diterima atau dalam proses, atau selesai? (di aplikasi tidak berubah statusnya)
    A : bisa diklik di nama pengguna, lalu klik di menu daftar permohonan atau ke menu profil

     

  8. Q: Untuk dokumen yang membutuhkan stempel basah (cap perusahaan) dan tanda tangan PPJK bias menggunakan tanda tangan elektronik seperti yang bias digunakan di file pdf?
    A: sampai saat ini belum ada ketentuan yang mengatur penggantian tanda tangan dan cap basah dengan barcode

     

  9. Q: Bagaimana jika terjadi bencana/keadaan kahar, sistem error.  apakah memungkinkan diajukan menggunakan manual?
    A: akan disiapkan aku email sebagai back up plan yaitu melalui email masing-masing pelayanan

  10. Q: Mohon infonya untuk permohonan perubahan data biling pada aplikasi siap terbang
    A : aplikasi mengenai billing saat inui belum tersedia dan akan tersedia secepatnya 
  1. Q: Mohon informasi prosedur untuk pengajuan keberatan nya dan apakah bisa via online karena tidak memungkinkan untuk saya pergi ke Soekarno Hatta untuk kondisi sekarang. Mohon informasinya
    A: Untuk pengajuan Keberatan di Bidang Kepabeanan dan Cukai, silakan mengacu pada persyaratan dan tata cara yang tertera pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 51/PMK.04/2017. Permohonan pengajuan melalui email diperbolehkan selama masa pandemi covid, hanya untuk mempercepat pendaftaran pengajuan permohonan keberatan. Namun dokumen asli permohonan keberatan tetap harus diserahkan melalui frontdesk Gedung A KPU BC Soekarno Hatta. Mohon dapat dengan segera mengirimkan kembali data-data pendukung pengajuan permohonan keberatan melalui kantor pos apabila memang saudara tidak dapat langsung mendatangi kantor. Hal ini mengacu pada aturan PMK NOMOR 51/PMK.04/2017 Pasal 4 ayat 4 terkait Persyaratan Pengajuan Keberatan. Kami tunggu sesegera mungkin.
    alamat: KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta Area Cargo Bandara Soekarno Hatta, Jl. Raya Bandara, Cengkareng, Pajang, Benda, RT.001/RW.010, Pajang, Benda, Kota Tangerang, Banten 15126

  2. Q: Mohon informasi untuk SPTNP berikut (nomor sptnp) tgl paling telat kami hrs email dan juga submit hardcopy
    A: Sesuai yang tertera pada keterangan SPTNP dibawah kolom tagihan, paling lambat pengajuan keberatan adalah tanggal (tanggal) (Bulan) 2020. Melebihi tanggal tersebut, maka pengajuan permohonan keberatan tidak dapat kami proses. Apabila tidak memungkinkan datang ke kantor, bisa terlebih dahulu menyampaikan kelengkapan berkas pengajuan permohonan keberatan secara lengkap melalui email, kemudian menyampaikan hardcopy secepatnya ke kantor. Salah satu syarat pengajuan permohonan keberatan adalah melampirkan dokumen dalam bentuk hardcopy.

  3. Q: Mohon informasi terkait status surat keberatan SPTNP PT. ABCD NPWP 000000000000 nomor agenda kantor :000XXX/050100/2020 Tanggal 06-08-2020. Mohon bantu cek. Terimakasih
    A: Permohonan keberatan dengan Nomor agenda XXX tanggal 6/8/20 sudah selesai diproses hari ini dengan nomor Kep 0000 tanggal 17/9/20 hasil Menolak seluruhnya permohonan keberatan. Untuk Hardcopy Kep akan kami kirimkan sore ini melalui jasa pengiriman JNE. Terima kasih.

  4. Q: Mohon bantuannya, saat ini kami tidak bisa creat billing SPTNP terbaru yang sudah include dengan denda per hari ini. Pada aplikasi portal kami hanya terdapat billing yang sudah expired, dan kami sudah mencoba untuk creat yang terbaru namun sampai saat ini belum berhasil.
    A: Berdasarkan SPTNP yang saudara cantumkan dalam email ini dengan nomor XXXX tanggal 16 Juli 2020, dokumen tersebut sedang diajukan proses keberatan dengan nomor agenda 00XXXX/050100/2020 tanggal 14 September 2020. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 51/PMK.04/2017 tentang Keberatan di Bidang Kepabeanan dan Cukai Bab V Keputusan Keberatan Pasal 17 Direktur Jenderal memutuskan keberatan dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal tanda terima berkas pengajuan keberatan.

    Dalam hal ini tanda terima berkas saudara adalah nomor 00XXXX tanggal 14 September 2020. Sehingga estimasi penyelesaian keberatan adalah tanggal 13 November 2020. Mohon untuk menunggu proses tersebut, jika keberatan telah selesai maka akan kami kirimkan hasil Skep dalam bentuk hardcopy ke alamat yang saudara lampirkan pada surat permohonan.

    Berdasarkan hal tersebut diatas, maka kami tidak dapat create billing hingga terbitnya Skep Keberatan. Mohon untuk dapat ditunggu sampai proses keberatan selesai.

  5. Q: Saya ingin menanyakan apakah telah ada update mengenai surat keberatan atas SPPBMCP yang saya ajukan? Saya telah mengumpulkan dokumen secara langsung dan melalui email juga, dengan demikian saya sudah mendapatkan tanda terima pengumpulan dokumen seperti yang terlampir. Saya mohon agar pengurusan soal keberatan ini segera diproses agar dengan segera mendapat kejelasan dan bilamana disetujui agar dana yang seharusnya tidak dibayarkan sesegera mungkin dikembalikan.
    A: Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 51/PMK.04/2017 tentang Keberatan di Bidang Kepabeanan dan Cukai Bab V Keputusan Keberatan Pasal 17 Direktur Jenderal memutuskan keberatan dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal tanda terima berkas pengajuan keberatan.
    Dalam hal ini tanda terima berkas saudara adalah nomor 000901 tanggal 21 Agustus 2020. Sehingga estimasi penyelesaian keberatan adalah tanggal 20 Oktober 2020. Mohon untuk menunggu proses tersebut, jika keberatan telah selesai maka akan kami kirimkan hasil Skep dalam bentuk hardcopy ke alamat yang saudara lampirkan pada surat permohonan.

  6. Q: Halo, Bisa saya tolong dikirimkan template surat pengajuan keberatan, karena saya ingin mengajukan keberatan untuk barang kiriman saya dengan no awb:9033856812. Terimakasih
    A: Berikut kami lampirkan format permohonan keberatan sesuai dengan ketentuan PMK 51/2017 tentang keberatan di bidang kepabeanan dan cukai. Saudara harus membuat surat permohonan sesuai format (lihat penjelasan isian tersebut) yang selanjutnya harus ditandatangani diatas materai. Selain itu saudara harus melengkapi dengan dokumen-dokumen sebagai berikut:
  1. KTP dan NPWP;
  2. Bukti Penerimaan Negara; dan
  3. Dokumen-dokumen yang mendukung keberatan saudara seperti AWB, foto barang, brosur dan invoice. Selain itu perlu diketahui jangka waktu pengajuan keberatan maksimal yaitu 60 hari sejak tanggal surat penetapan.
  1. Q: Apa itu mekanisme Pelayanan Segera (Rush Handling) ?
    A: Impor dengan mekanisme Pelayanan Segera (Rush Handling) pada dasarnya sama dengan mekanisme impor biasa, namun mengingat beberapa karakteristik barang yang memerlukan penanganan yang cepat sehingga dapat dikeluarkan dari Kawasan Pabean sebelum diajukan Pemberitahuan Pabean Impor setelah menyerahkan dokumen pelengkap pabean dan jaminan.

  2. Q: Apa saja barang yang dapat menggunakan mekanisme Pelayanan Segera (Rush Handling)
    A: Ada 8 jenis barang yang dapat diberikan mekanisme pelayanan segera antara lain:
    a. organ tubuh manusia antara lain ginjal, kornea mata, atau darah
    b.jenazah dan abu jenazah;
    c.barang yang dapat merusak lingkungan antara lain bahan yang mengandung radiasi;
    d.binatang hidup;
    e.tumbuhan hidup;
    f.surat kabar dan majalah yang peka waktu;
    g.dokurnen (surat); dan/atau
    h. barang lain yang karena karakteristiknya perlu mendapat pelayanan segera (rush handling) setelah mendapat izin kepala kantor pabean.

  3. Q: Misalkan saya membeli Cacing dari Alaska melalui kargo, apakah saya dapat mengeluarkan barang menggunakan Rush Handling untuk perorangan?
    A: Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 148/PMK.04/2007 pasal 5 ayat (1) disebutkan bahwa untuk barang yang menggunakan mekanisme RH wajib menyampaikan PIB dan membayar bea masuk, cukai, dan PDRI maksimal 3 hari kerja sejak barang dikeluarkan. Untuk menyampaikan PIB diperlukan akses kepabeanan dimana salah satu syaratnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB ini hanya diberikan kepada perusahaan, sehingga RH tidak dapat digunakan untuk pengeluaran barang perorangan. Disarankan jika membeli barang dari luar negeri dan mengatasnamakan perorangan untuk menggunakan Pos atau Pengusaha Jasa Titipan (PJT).

  4. Q:Dokumen apa saja yang harus dibawa untuk mengajukan mekanisme Rush Handling di KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta?
    A: Dokumen yang wajib ada untuk mengajukan Rush Handling antara lain
    a. AWB;
    b. Invoice;
    c. Packing List;
    d. Bukti transfer ke Rekening Jaminan;
    e. Lembar penghitungan perkiraan bea masuk, cukai, dan PDRI;
    f. Surat Kuasa dan Surat Tugas apabila dikuasakan; dan
    g. Dokumen pelengkap lainnya (Izin lartas, Kartu kontrol kuota impor, dsb)

  5. Q: Carnet itu apa sih?
    A: Seperti manusia barang juga memiliki “paspor” sebagai dokumen yang melekat dalam suatu barang tersebut. Carnet merupakan dokumen untuk kegiatan pemasukan (impor) barang sementara dan pengeluaran (ekspor) sementara.

  6. Q:Apa saja syarat dan tujuan penggunaan barang yang bisa menggunakan carnet?
    A: Syarat barang dapat menggunakan Carnet
  1. Barang tidak akan habis pakai
  2. Barang mudah dilakukan identifikasi
  3. Tidak mengalami perubahan bentuk secara hakiki kecuali berubah sebagai akibat penyusutan yang wajar karena penggunaannya

    Tujuan Penggunaan Carnet;
  1. untuk keperluan pertunjukan atau digunakan dalam pameran, pekan raya, pertemuan atau kegiatan sejenis;
  2. untuk peralatan profesional atau tenaga ahli;
  3. untuk tujuan pendidikan, ilmu pengetahuan, atau kebudayaan;
  4. untuk keperluan pribadi wisatawan dan/atau barang yang diimpor untuk tujuan olahraga;
  5. untuk tujuan kemanusiaan; atau
  6. sebagai sarana pengangkut.
Close Menu