Bea Cukai Soekarno-Hatta Terbitkan Izin Atas Importasi Pasokan Vaksin

Bea Cukai Soekarno-Hatta Terbitkan Izin Atas Importasi Pasokan Vaksin

TANGERANG (30/04) – Beberapa negara saat ini tengah berlomba-lomba untuk mengumpulkan vaksin, demi meminimalkan dampak gelombang kedua lonjakan kasus penyebaran Covid-19. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Indonesia pun berkomitmen untuk mengamankan pasokan vaksin dalam negeri. Dibuktikan dengan impor vaksin sebanyak 6,48 juta dosis pada hari Jumat 30 April 2021. Atas importasi tersebut, Bea Cukai Soekarno-Hatta terbitkan izin fasilitas fiskal.
.
Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta melakukan pengawasan terhadap bongkar muat pasokan vaksin yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 12:05 WIB, dan diangkut menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA-891. Adapun rincian impor vaksin tahap kesepuluh ini, yaitu sebanyak 6.000.240 dosis vaksin Sinovac dan 484.400 dosis vaksin Sinopharm.
.
Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate, didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan, serta jajaran pimpinan Komunitas Bandara Soekarno-Hatta (Kombata), menyaksikan langsung proses pemindahan vaksin dari apron menuju ke Gudang Rush Handling, untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelesaian Kepabeanan.
.
Finari Manan mengungkapkan, bahwa terhadap vaksin Sinovac dan Sinopharm yang diimpor oleh BioFarma dan KimiaFarma ini juga mendapatkan kemudahan yang sama seperti dengan importasi sebelumnya. Kemudahan yang dimaksud yaitu, percepatan pelayanan segera atau Rush Handling, serta fasilitas pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) seperti PPN dan PPh Pasal 22 Impor.
.
Perlu diketahui bahwa layanan Rush Handling atau Pelayanan Segera, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007, yaitu pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara, dalam hal ini vaksin termasuk kebutuhan yang mendesak.
.
Melalui konferensi pers, Johnny menjelaskan bahwa jumlah importasi vaksin lebih rinci, untuk vaksin Sinovac sebanyak 5.454.545 dosis dalam bentuk curah (bulk) Ready-to-Fill, 545.455 dosis Overfill, dan 240 dosis sisanya sebagai bahan sampel. Sedangkan untuk vaksin Sinopharm sebanyak 484.400 dosis Vero-Cell atau siap pakai.
.
“Importasi ini merupakan wujud dari keseriusan pemerintah dalam mengamankan pasokan dalam negeri, sebab suplai vaksin terbatas dan juga menjadi incaran banyak negara. Tujuannya untuk melancarkan vaksinasi massal demi membentuk kekebalan kelompok, atau biasa disebut Herd Immunity,” imbuhnya.
.
Johnny menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Soekarno-Hatta atas kesigapan dalam memfasilitasi kedatangan vaksin ini. Selanjutnya, vaksin akan dibawa menuju Gudang Penyimpanan BioFarma dan KimiaFarma yang dikawal langsung oleh TNI dan Brimob.

Close Menu