Importasi Vaksin Kembali Dilaksanakan, Bea Cukai Berikan Percepatan Layanan

Importasi Vaksin Kembali Dilaksanakan, Bea Cukai Berikan Percepatan Layanan

(TANGERANG, 21/06) Kementerian Kesehatan melalui PT Bio Farma sebagai importir yang ditunjuk, kembali mendatangkan vaksin Sinovac pada hari Ahad 20 Juni 2021. Atas importasi 10 juta dosis vaksin tersebut, diberikan kemudahan oleh Bea Cukai Soekarno-Hatta berupa percepatan layanan dan fasilitas fiskal.
.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan, menjelaskan bahwa impor vaksin tahap ketujuh belas ini diangkut menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA-891, dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 12.40 WIB. Vaksin selanjutnya dipindahkan ke dalam Gudang Garuda Indonesia Cargo untuk penelitian dokumen, serta pemeriksaan fisik terhadap kemasannya.
.
Finari menambahkan, rincian impor vaksin Sinovac kali ini, yaitu terdiri dari 10.000.000 dosis dalam keadaan curah (bulk) overfill 10%, dan 280 dosis untuk sampel penelitian yang dikemas ke dalam lima RAP Envirotainer.
.
“Bea Cukai Soekarno-Hatta senantiasa mendukung program percepatan vaksinasi masyarakat, maka dari itu kamipun berikan percepatan layanan yang disebut Rush Handling. Karena vaksin termasuk termasuk barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara, sesuai yang tertera pada Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007,” jelas Finari.
.
Selain itu, impor vaksin ini juga diberikan fasilitas fiskal, yaitu pembebasan bea masuk dan/atau cukai, tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan dibebaskan dari pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22, dalam rangka implementasi kebijakan fiskal sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan no PMK-188/PMK.04/2020.
.
Melalui konferensi pers, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyebutkan bahwa kedatangan vaksin ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka penyediaan pasokan vaksin, baik dalam bentuk pendekatan bilateral, multilateral, maupun ekspolarsi potensi produk-produk dalam negeri, agar semua masyarakat dapat memperoleh manfaat.
.
“Pemerintah Indonesia, terus berikhtiar agar distribusi vaksin serta pelaksanaan program vaksinasi massal dapat berjalan baik, cepat, dan merata. Kontribusi semua unit dalam melancarkan (distribusi) ini, seperti halnya Bea Cukai dan instansi lainnya, sangat kami apresiasi,” tambahnya.
.
Oscar juga berharap agar rakyat Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanan program percepatan vaksinasi massal, serta tetap menjalankan protocol kesehatan guna mencegah penyebaran virus.
Close Menu