Importasi Bahan Baku Vaksin, Bea Cukai Soekarno-Hatta Terbitkan Izin

Importasi Bahan Baku Vaksin, Bea Cukai Soekarno-Hatta Terbitkan Izin

Menjelang akhir tahun 2020 silam, vaksin Covid-19 yang didatangkan dari perusahaan asal farmasi asal China, Sinovac, berjumlah sebanyak 1,2 juta dosis pada Tahap I dan sebanyak 1,8 juta dosis pada Tahap II. Dengan demikian, Indonesia telah mendatangkan 3 juta dosis vaksin.

.

Pada hari Selasa, 12 Januari 2021, Bea Cukai Soekarno-Hatta kembali memberikan pelayanan prima terhadap impor vaksin Tahap III dengan jumlah 16 juta dosis bahan baku vaksin dalam bentuk curah. Adalah PT Biofarma (Persero), perusahaan yang ditunjuk oleh Kemenkes sebagai importir, mendatangkan vaksin dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA-891 pada pukul 12:20 WIB.

.

Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan, beserta Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, menyaksikan secara langsung proses pembongkaran vaksin yang dikemas dalam 9 envirotainer (RAP), dan langsung diangkut menuju Gudang Rush Handling untuk diselesaikan proses kepabeanannya oleh petugas bea cukai yang bersiaga.

.

Terkait layanan Rush Handling atau Pelayanan Segera, perlu diketahui bahwa sesuai Peraturan Menteri Keuangan no PMK-148/PMK.04/2007, adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara. 

.

“Setelah importir menyelesaikan kewajiban dokumen persyaratan, kami terbitkan izin untuk mendapatkan fasilitas. Terhadap vaksin tersebut, diberikan fasilitas Rush Handling karena karakteristik barangnya, serta fasilitas pembebasan Bea Masuk dan Pajak lainnya karena termasuk kategori barang penanganan Covid-19, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan no PMK-188/PMK.04/2020,” ungkap Finari secara rinci.

.

Adapun fasilitas pembebasan yang diberikan, yaitu pembebasan bea masuk dan/atau cukai, tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan dibebaskan dari pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

.

Bea Cukai Soekarno-Hatta senantiasa akan selalu sigap memberikan pelayanan prima terhadap barang impor khusus penanganan Covid-19, sebagai bentuk komitmen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menjalankan fungsi Industrial Assistance dan Trade Facilitator.

Close Menu