KPC-PEN Dorong Akselerasi Vaksinasi, Bea Cukai Soekarno-Hatta Lancarkan Importasi

KPC-PEN Dorong Akselerasi Vaksinasi, Bea Cukai Soekarno-Hatta Lancarkan Importasi

(TANGERANG, 25/05) Dalam rangka mendorong akselerasi vaksinasi, Pemerintah Indonesia melalui Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) kembali mendatangkan vaksin sebanyak 8 juta dosis, pada hari Selasa 25 Mei 2021. Atas importasi vaksin tersebut, Bea Cukai Soekarno-Hatta berikan pelayanan segera.
.
Vaksin tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 07.55 WIB, dan diangkut menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA-891. Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta dengan sigap melakukan pengawasan pembongkaran, penelitian dokumen, serta pemeriksaan fisik terhadap kemasan vaksin di dalam Gudang Rush Handling.
.
Kedatangan vaksin tahap ke-13 ini, disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan.
.
Finari Manan menjelaskan, bahwa Bea Cukai Soekarno-Hatta turut serta dalam mendukung program pemerintah yaitu akselerasi vaksinasi. Maka dari itu, vaksin Sinovac yang diimpor oleh BioFarma ini, diberikan pelayanan segara atau Rush Handling, dan juga fasilitas fiskal berupa pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) seperti PPN dan PPh Pasal 22 Impor.
.
“Vaksin menjadi kebutuhan yang mendesak untuk menanggulangi pandemi, sehingga sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007, vaksin merupakan barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau dalam hal ini Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap Finari.
.
Selanjutnya melalui konferensi pers, Airlangga menjelaskan bahwa jumlah vaksin sebanyak 8.000.240 dosis ini, terdiri dari 8.000.000 dosis dalam keadaan curah (bulk) overfill 10%, dan 240 dosis untuk sampel penelitian. Vaksin dikemas dengan menggunakan empat peti kemas khusus atau RAP Envirotainer.
.
“Pelaksanaan vaksinasi sudah memasuki tahap selanjutnya, setelah dilaksanakan terhadap petugas medis dan SDM bidang kesehatan, penduduk lansia, dan petugas pelayanan publik lainnya. Namun kita masih perlu akselerasi atau percepatan pelaksanaan vaksinasi ini, dengan tujuan membentuk Herd Immunity atau kekebalan komunal untuk menentukan kesuksesan dalam mengakhiri pandemi dan membangkitkan kembali perekonomian nasional,” kata Airlangga menambahkan.
.
Airlangga menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Soekarno-Hatta atas pelayanan prima yang diberikan atas importasi vaksin ini. Selanjutnya, vaksin akan dibawa menuju Gudang Penyimpanan BioFarma yang dikawal langsung oleh TNI dan Brimob.
Close Menu