Samakan Persepsi, Bea Cukai Membahas Ketentuan Impor Barang Perwakilan Asing Bersama US Embassy

Samakan Persepsi, Bea Cukai Membahas Ketentuan Impor Barang Perwakilan Asing Bersama US Embassy

TANGERANG (03/04) Bea Cukai Soekarno-Hatta mengadakan audiensi lintas sektoral yang dihadiri Kedutaan Besar Amerika Serikat dan PT Pos Indonesia, untuk menyamakan persepsi dan membahas ketentuan administrasi atas Impor Barang Perwakilan Asing atau Perwakilan Diplomatik yang dilaksanakan pada Rabu, 28 April 2021 di Ruang Rapat Gedung A.
.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan yang memandu langsung jalannya audiensi, menyampaikan sambutan bahwa perwakilan diplomatik adalah perwakilan yang kegiatannya akan mewakili negara untuk melaksanakan hubungan diplomatik dengan negara penerima atau organisasi internasional. Salah satu keperluan bagi perwakilan diplomatik adalah mengenai persuratan atau berkas kedinasan, atau dalam terminologi kepabeanan dikenal dengan isitlah diplomatic mail.
.
Finari selanjutnya menambahkan, terhadap Barang Perwakilan Asing atau Perwakilan Diplomatik, dapat diberikan pembebasan bea masuk dan/atau cukai berdasarkan azas timbal balik negara yang bersangkutan, sesuai yang tercantum pada Peraturan Menteri Keuangan PMK No 149/PMK.04/2015 tentang Pembebasan Bea Masuk dan/atau Cukai atas Impor Barang Perwakilan Negara Asing Beserta Para Pejabatnya yang Bertugas di Indonesia.
.
“Pada pelaksanaannya, untuk mendapatkan pembebasan atas Barang Perwakilan Asing dalam hal ini Diplomatic Mail yang kita bahas di awal, Kepala Perwakilan Negara Asing mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Bea dan Cukai, setelah mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Kementerian Luar Negeri. Pembebasan ini juga dapat diberikan terhadap Diplomatic Bags dan Diplomatic Pouch, serta Barang Kena Cukai, dan Kendaraan Bermotor yang digunakan untuk keperluan kedinasan,” ungkap Finari secara lengkap.
.
Lebih lanjut, Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) II Purnomo menjelaskan terkait permohonan yang telah dijelaskan sebelumnya, perlu dilampiri dengan dokumen pelengkap, seperti invoice atau dokumen yang dipersamakan berisi perkiraan nilai pabean, spesifikasi kendaraan dalam hal barang berupa kendaraan bermotor, kartu identitas diplomatik Pejabat Perwakilan Negara Asing, dan kartu identitas diplomatik Kepala Perwakilan Negara selaku pemohon.
.
Pejabat Kounselar Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat Chan Nguyen berterima kasih kepada Bea Cukai Soekarno-Hatta atas penyelenggaraan audiensi ini. Chan menyebutkan bahwa pertemuan ini menjadi wadah saling bertukar pesan mengenai kendala yang terjadi di lapangan, sehinga dapat menemukan solusi yang tepat dan berada pada koridor regulasi yang sesuai.
.
“Kesempatan ini sangat langka, bisa kita manfaatkan untuk saling menyamakan persepsi kedua pihak yaitu Bea Cukai dan Kedubes Amerika Serikat. Kita membahas secara tuntas ketentuan barang-barang keperluan perwakilan asing, kewajiban yang harus dipenuhi, agar bisa lebih tertib secara administrasi kepabeanan,” ucap Chan.
.
Pentingnya administrasi menjadi kosenstrasi tersendiri dalam penyelenggaraan pemerintahan di berbagai bidang. Seperti halnya Bea Cukai Seokarno-Hatta yang juga terus berupaya mengedepankan pelayanan, tidak luput dari tumpukan dokumen yang membanjiri. Namun hal tersebut tidak menggoyahkan Bea Cukai Soekarno-Hatta untuk dapat mentertibkan stakeholder terkait hal administrasi.
Close Menu