PARADE SOSIALISASI IV: IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI BARANG IMPOR

PARADE SOSIALISASI IV: IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI BARANG IMPOR

Membahas mengenai impor-ekspor memang tidak ada ujungnya. Melibatkan banyak instansi dan lembaga, persoalan impor dan ekspor tidak dapat dikatakan sebagai persoalan yang mudah. Sehingga, banyak sekali importir dan eksportir di luar sana yang kebingungan dalam melakukan proses bisnisnya.
.
Untuk menanggulangi hal tersebut, Bea Cukai Soekarno-Hatta mengadakan Parade Sosialisasi Pekan IV dengan Tema “Identifikasi dan Klasifikasi Barang Impor.” Dilaksanakan pada Kamis, 5 November 2020 lalu, sosialisasi via daring ini berhasil menggaet peserta sebanyak kurang lebih 350 partisipan yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Finari Manan membuka acara dengan sambutan dan sapaan hangat kepada partisipan yang hendak mendapatkan pengetahuan dari para pemateri. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu pembahasan mengenai identifikasi dan klasifikasi barang impor yang dibawakan oleh Komara Mijaya sebagai Peneliti Dokumen Tingkat Ahli (PDTA).
.
Sebagai pembuka, Komara mengungkapkan dasar hukum dari identifikasi dan klasifikasi barang impor, yaitu Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-Undang No 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.01/2017 jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 213 /PMK.01/2017 jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2020 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor.
.
Komara Menjelaskan, Identifikasi Barang dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengenali 4 jenis, yaitu wujud, bahan, sifat atau kondisi, serta fungsi barang. Dengan demikian, proses identifikasi barang akan jauh lebih mudah. Sedangkan untuk klasifikasi barang yaitu menetapka taif pos atau biasa disebut Harmonize System (HS).
.
“Klasifikasi Barang adalah suatu langkah pemberitahuan impor barang yang nantinya akan berefek pada pembebanan tarif bea masuk,” ungkap Komara.
.
Kemudian materi menarik selanjutnya dibawa oleh Fransiskus Teddy sebagai Peneliti Dokumen Tingkat Ahli (PDTA) yang menjelaskan mengenai identifikasi dan klasifikasi barang khusus Information and Communication Technology (ICT) pada subpos 84.71 dan 85.17.
.
Fransiskus Teddy menjelaskan bahwa barang-barang ICT mencakup barang terkait komputer dan jaringan. Seiring waktu barang-barang ini mengalami perubahan dari sisi bentuk atau cara pemakaian, fungsi (perluasan), dan bidang penggunaannya. Hal ini tentunya menimbulkan tantangan bagi pengguna jasa dalam memberitahukan barangnya dan bagi otoritas pabean. Maka dari itu pentingnya pemahaman dalam pengklasifikasian.
.
Parade Sosialisasi Pekan IV ini sekaligus menjadi penutup parade sosialisasi Bea Cukai Soekarno-Hatta yang telah dilaksanakan sejak tanggal 15 Oktober lalu. Sebagai penutup, Niena sebagai pembawa acara mengumumkan peserta beruntung yang mendapatkan souvenir dari Bea Cukai Soekarno-Hatta.
.

Close Menu