Impor Vaksin Hibah Pemerintah Jepang, Bea Cukai Berikan Layanan Cemerlang

Impor Vaksin Hibah Pemerintah Jepang, Bea Cukai Berikan Layanan Cemerlang

(TANGERANG, 03/07) Meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia, serta bertambahnya varian baru, mendorong Pemerintah Indonesia untuk bekerja keras dalam mengamankan stok vaksin dalam negeri. Hal tersebut dibuktikan kesigapan petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta dalam memberikan pelayanan atas impor vaksin hibah dari Pemerintah Jepang, pada hari Kamis 1 Juli 2021, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
.
Sebanyak 998.400 dosis vaksin AstraZeneca tiba di apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada pukul 16.17 WIB, yang diangkut menggunakan maskapai penerbangan Japan Airline JL725. Vaksin dikemas dalam bentuk 13 peti kemas khusus yang dilengkapi pendingin, lalu kemudian dipindahkan ke gudang PT JAS untuk dilakukan pemeriksaan kepabeanan.
.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan menuturkan, bahwa Kementerian Keuangan telah menerbitkan SKEP fasilitas fiskal, yaitu pembebasan Bea Masuk dan/atau Cukai, tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan dibebaskan dari pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Selain itu, perizinan lainnya seperti Surat Keterangan Impor (SKI) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, sudah dipenuhi.
.
“Pada saat tiba, bongkar muatan, penimbunan sementara, langsung secara cepat diperiksa oleh petugas Bea Cukai. Karena vaksin ini termasuk kategori barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007, maka kami berikan layanan Rush Handling,” jelas Finari.
.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca ini merupakan produksi dari Daiichi Sankyo BioTech Corporation di Jepang. Vaksin diperoleh melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang, dengan lembaga internasional lainnya seperti Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).
.
“Impor kali ini merupakan batch pertama dari rencana dua kali pengiriman dari Jepang. Ini merupakan dukungan Pemerintah Jepang, hasil komunikasi intensif Menteri Luar Negeri dan Menteri Luar Negeri Jepang. Selanjutnya vaksin sedang proses pembuatan izin peredaran darurat untuk melancarkan vaksinasi masyarakat,” tambahnya.
.
Vaksin Covid-19 ini selanjutnya langsung diberangkatkan ke Laboratorium PT Bio Farma yang berlokasi di Bandung dengan dikawal oleh TNI dan Brimob POLRI.
Close Menu