SOSIALISASI PEMBERLAKUAN E-FORM E DAN TATA CARA PENGENAAN BEA MASUK UNTUK KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS

SOSIALISASI PEMBERLAKUAN E-FORM E DAN TATA CARA PENGENAAN BEA MASUK UNTUK KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS

Setiap barang impor diklasifikasikan ke dalam Harmonized System Code (HS Code) dan terdapat beberapa jenis tarif yang berlaku dan dapat digunakan. Secara sederhana, tarif dibedakan menjadi tarif MFN (Most Favoured Nation) atau tarif yang berlaku secara umum, dan tarif preferensi, yaitu tarif yang berlaku secara khusus. Untuk mendapatkan tarif preferensi, perusahaan diwajibkan untuk menyerahkan hardcopy SKA. 
.
Namun, sejak 15 Oktober 2020, e-Form E dapat digunakan untuk klaim tarif preferensi. Form E dapat disampaikan secara elektronik oleh instansi Penerbit SKA kepada Kantor Pabean (e-Form E). “Pemberlakuan e-Form E yang memiliki banyak kelebihan, yakni lebih cepat, lebih murah, pasti valid (tidak palsu), dan menghindari notul karena terlambat menyerahkan SKA,” jelas Rommy selaku narasumber.
.
Dalam rangka penyebarluasan informasi mengenai e-Form E ini, pada Kamis, 26 November 2020, Bea Cukai Soekarno-Hatta menyelenggarakan Sosialisasi via daring mengenai Pemberlakuan E-Form E dan Tata Cara Pengenaan Bea Masuk untuk Kawasan Perdagangan Bebas.
.
Pejabat Fungsional Peneliti Dokumen Tingkat Ahli (PDTA), Rommy Heryadi selaku narasumber mengawali acara sosialisasi daring dengan bermain kuis online bersama peserta. Kuis yang terbilang cukup sulit ini dimenangkan oleh salah satu peserta bernama Dito perwakilan perusahaan fasilitas MITA.
.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi tata cara pengenaan tarif bea masuk berdasarkan ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA), ASEAN–Korea Free Trade Area(AKFTA), ASEAN–India Free Trade Area (AIFTA), dan ASEAN–Australia Nea Zaeland Free Trade Area (AANFTA) dan Electric Certificat of Origin (e-COO). 
.
Rommy menjelaskan bahwa ketentuan baru atau penyesuaian ini meliputi pengenaan tarif preferensi pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai usulan Direktorat Fasilitas, kewajiban penyerahan dokumen pelengkap pabean, penyampaian SKA selama pandemi Covid-19, penambahan ketentuan untuk memberikan kewenangan lebih lanjut kepada Dirjen dalam menetapkan prosedur saat terjadi keadaan kahar, dan penambahan ketentuan untuk memberikan kewenangan lebih lanjut kepada Dirjen dalam memberikan petunjuk teknis atas hal-hal yang perlu diatur lebih lanjut, misalnya verification visit. 
.
Sebanyak kurang lebih 300 partisipan sangat antusias menyimak materi dari awal hingga akhir acara. Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang doorprize.
.
#beacukaimakinbaik #beacukaisoekarnohatta #bcsoetta #bcsh#sosialisasiaturanbeacukai #MITA #freetradearea #COO

Close Menu