Suasana Fitri Masih Dijalani, Bea Cukai Soekarno-Hatta Tetap Sigap Melayani

Suasana Fitri Masih Dijalani, Bea Cukai Soekarno-Hatta Tetap Sigap Melayani

(TANGERANG, 16/05) Baru tiga hari berselang umat islam merayakan Idulfitri, proses kepabeanan di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah kembali ramai dengan pengguna jasa. Tidak hanya layanan impor barang penumpang saja, namun layanan loket serta fasilitas di area kargo juga sudah mulai aktif oleh pengguna jasa. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani pun menyapa dan bersilaturahmi dengan seluruh petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta yang tetap siaga bertugas pada jadwal cuti bersama momen idulfitri, pada hari Sabtu 15 Mei 2020.
.
Askolani yang didampingi oleh Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan, mengunjungi beberapa titik pelayanan yang selama momen hari raya ini tetap beroperasi. Tempat pertama yang dikunjungi yaitu salah satu gudang Tempat Penimbunan Sementara (TPS) milik Perusahaan Jasa Titipan (PJT) PT Birotika Semesta atau lebih dikenal dengan nama DHL Express, di Taman Niaga Soewarna, Area Kargo Bandara Soekarno-Hatta.
.
Berdasarkan data CEISA Impor Barang Kiriman, Finari menjelaskan bahwa sejak memasuki bulan Ramadan sampai dengan idulfitri, jumlah dokumen Consignment Note (CN) cenderung mengalami peningkatan. Hal tersebut dikarenakan tren konsumsi masyarakat yang ingin bertukar hadiah dalam rangka menyemarakkan hari raya ini.
.
Dalam melaksanakan pelayanan terhadap Barang Kiriman, petugas Pemeriksa Barang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 199/PMK.010/2019. Setiap barang kiriman memiliki nilai ambang batas sebesar USD 3, dan dalam hal nilainya melebihi batas tersebut dipungut Bea Masuk sebesar 7,5%, PPN 10%, dan tidak dipungut PPh Pasal 22 Impor.
.
“Meskipun saat ini momennya sedang llibur lebaran, jumlah Barang Kiriman malah semakin banyak. Pemeriksa Barang dalam melakukan pemeriksaan atas Barang Kiriman tetap sesuai prosedur dan teliti. Sebab, pungutan negara melalui impor dengan mekanisme Barang Kiriman cukup potensial,” ujar Finari menambahkan.
.
Askolani berdiskusi dengan salah satu petugas pemeriksa barang mengenai prosedur pelayanan barang kiriman, dimulai dari pemindaian barang menggunakan mesin X-ray, pemindaian uraian barang ke dalam sistem CEISA Barang Kiriman, hingga pemeriksaan fisik terhadap barang yang perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yang disaksikan oleh perwakilan PJT selaku pihak kurir.
.
Rombongan selanjutnya berpindah tempat menuju ke Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta untuk meninjau proses pengawasan terhadap penumpang beserta barang bawaannya. Askolani juga sekaligus menyapa seluruh pegawai Bea Cukai Soekarno-Hatta yang bertugas melakukan pemeriksaan fisik barang bawaan penumpang.
.
Perlu diketahui terkait Barang Bawaan Penumpang, petugas mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No 203/PMK.04/2017. Setiap penumpang mendapatkan fasilitas pembebasan atas barang bawaannya sebesar USD 500. Selain itu, penumpang juga diberikan pembebasan atas Barang Kena Cukai (BKC) sejumlah 200 batang rokok sigaret, 25 batang cerutu, 100 gram hasil tembakau lainnya, atau 1 liter minuman mengandung etil alcohol (MMEA).
.
“Barang bawaan yang melebihi ketentuan, selisihnya akan dikenakan Bea Masuk 10%, PPN 10%, dan PPh 10%. Lalu, saat ini kami juga mendapati terdapat kelebihan jumlah BKC dari yang diberikan pembebasan, maka barang tersebut akan disita oleh petugas, dan langsung dilakukan pemusnahan yang disaksikan penumpang yang bersangkutan,” jelas Askolani secara rinci.
.
Kunjungan silaturahmi Direktur Jenderal Bea dan Cukai ke Bea Cukai Soekarno-Hatta menjadi katalis semangat tersendiri bagi petugas bea cukai yang bekerja di lapangan. Terlebih bagi petugas yang harus berjaga di saat hari libur dan cuti bersama idulfitri 1442 H yang tidak bisa menikmati momen hari raya bersama keluarga.

Close Menu