WEBINAR KESEHATAN MENTAL PEGAWAI: NO BURNOUT, STAY SANE!

WEBINAR KESEHATAN MENTAL PEGAWAI: NO BURNOUT, STAY SANE!

Dilansir dari data SurveyMETER, sebuah lembaga penelitian non-pemerintah, mengungkapkan bahwa penderita gangguan kesehatan mental meningkat tajam selama pandemi Covid-19. Tercatat sebanyak 58% responden terindikasi mengalami gangguan kecemasan dan berujung depresi. Takut terinfeksi, takut kehilangan keluarga, takut kehilangan pekerjaan, dan mata pencaharian, dan beragam ketakutan lainnya.
.
Pentingnya berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan di tengah krisis, di tengah berbagai ketakutan yang mengancam selama pandemi. Maka dari itu, dalam rangka pembekalan mental pegawai, Bea Cukai Soekarno-Hatta melalui Subbagian Sumber Daya Manusia (SDM) mengadakan seminar daring atau yang saat ini lebih dikenal dengan istilah webinar, mengenai kesehatan mental pegawai dengan pada hari Rabu, 25 November 2020.
.
Webinar dengan tema “No Burnout, Stay Sane!”, mengundang dr. Sonia Wibisono, seorang dokter, pembicara kesehatan, dan juga pembawa acara televisi selaku narasumber yang akan membagikan cerita motivasi dalam menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai insan Bea Cukai yang peduli, responsive, adaptif, atasi pandemi dalam upaya membangkitkan ekonomi.
.
“Bea Cukai Soekarno-Hatta merupakan pintu utama masuknya barang di Indonesia. Selama masa pandemi, yang menjadi prioritas adalah penanganan impor bantuan penanggulangan Covid-19. Hampir semua pegawai Bea Cukai Soekarno-Hatta bersiaga memberikan pelayanan serta sigap mengawasi selama 24 jam, sehingga para pegawai sangat rentan terpapar,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan pada sambutannya di awal acara.
.
Memasuki sesi gelar wicara, Priscilla Oktiva selaku moderator mengajak seluruh peserta webinar untuk menyaksikan tayangan video testimony perwakilan beberapa pegawai Bea Cukai Soekarno-Hatta, yang menceritakan pola kerja dan kondisi kesehatan selama pandemi Covid-19. Wanita yang dikenal dengan sapaan Oky ini, juga sedikit membahas mengenai topik kali ini, “Burnout”, yaitu istilah psikologi yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan akibat tuntutan yang terlalu membebankan tenaga dan kemampuan seseorang.
.
Selanjutnya Sonia menjelaskan, selama pandemi ini menjaga kesehatan sangatlah penting. Dimulai dari kesehatan fisik, dengan menjaga pola makan yang sehat dan bergizi dengan tetap memperhatikan asupan kalori yang seimbang. Lalu tidur yang cukup dan sebaiknya menghindari tidur terlalu larut malam. Kemudian rutin berolahraga demi meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh.
.
Selain memperhatikan kesehatan fisik, Sonia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga kesehatan mental. Menata Work-Life Balance for Mental Health tentu tidak mudah, namun dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah meluangkan waktu tiap hari untuk relaksasi diri. Melakukan kegiatan yang disukai, seperti membaca buku, bermain alat musik, memasak, merawat tanaman, dan kegiatan lainnya sesuai dengan hobi masing-masing.
.
“Penting untuk tidak overthinking, dan jangan terlalu cemas. Apresiasi diri sendiri, atas tiap pekerjaan yang telah diselesaikan. Pandemi ini membuat kita lelah, gak papa, asal jangan menyerah. Bahagia secukupnya, bersedih sewajarnya. Karena, apa yang membuat sedih bisa jadi membuat mu bahagia besok,” ujar Sonia memberikan motivasi.
.
Webinar berlangsung sangat interaktif, tak sedikit dari peserta yang turut berbagi kisah selama pandemi. Kepala Subbagian Sumber Daya Manusia Nurlis Arlini berharap agar kegiatan internal semacam ini dijadikan agenda rutin, karena dapat memberikan banyak manfaat bagi para pegawai.
.
Close Menu